Kantor Pertanahan Kabupaten Bangkalan kembali menyelenggarakan kegiatan rutin keagamaan melalui Sharing Session JUBAH (Jumat Berkah). Bertempat di Musholla Ar-Ridha, kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jumat (22/5/2026) ini mengusung tema “Spirit Qurban: Menguatkan Ketauhidan & Pengorbanan dalam Pelayanan Pertanahan”. Acara ini dihadiri langsung oleh seluruh jajaran pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Bangkalan yang antusias menyimak siraman rohani di penghujung pekan.

Bertindak sebagai pemateri utama, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bangkalan, Muhammad Arifin Siregar, S.T., M.E., menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi ibadah haji dan qurban. Beliau menegaskan bahwa kedua ibadah besar tersebut pada hakikatnya adalah sarana untuk mengembalikan fitrah manusia agar senantiasa mengesakan Allah SWT serta memperkokoh pondasi ketauhidan. Menurutnya, ketauhidan yang kuat merupakan landasan fundamental bagi setiap aparatur sipil negara dalam menanamkan rasa ikhlas, integritas, dan ketulusan saat memberikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

Guna memperkaya khazanah batin para pegawai, Muhammad Arifin Siregar juga mengisahkan kembali perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS. Dimulai dari kegigihan Nabi Ibrahim melawan penyembahan berhala yang dilakukan ayahnya sendiri, Azar, peristiwa mukjizat selamat dari kobaran api, hingga penantian panjang mendapatkan keturunan di usia 80 tahun hingga lahirlah Nabi Ismail AS. Puncaknya, beliau mengulas ujian terberat saat Nabi Ibrahim diperintahkan melalui mimpi untuk menyembelih putra tercintanya. Kepatuhan mutlak Nabi Ismail yang merelakan dirinya demi perintah Allah—yang kemudian digantikan dengan seekor kibasy (domba)—menjadi potret nyata bahwa pengorbanan tertinggi lahir dari ketauhidan yang murni. Kisah keluhuran ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh pegawai Kantah Bangkalan untuk siap berkorban waktu, tenaga, dan ego demi kepentingan bangsa dan negara.

Tinggalkan komentar

Quote of the week

“Nilai ungkapan seseorang bukan terletak hanya sebatas pada kefasihan kata-kata, melainkan sejauh mana penghayatan atas maknanya”

~ Syaikhona Kholil Al Bangkalani

©2024 Bangkalan Terkini